Rabu, 12 September 2018

Kementerian Koperasi & UKM Kembangkan Pembiayaan Perumahan oleh Koperasi

SHARE

JAKARTA - Melihat bahwa sektor perumahan juga banyak digeluti oleh koperasi di berbagai negara, Kementerian Koperasi dan UKM akan libatkan koperasi dalam pembiayaan perumahan.

"Di Indonesia, berdasarkan data BPS, disebutkan bahwa koperasi telah menyediakan pembelian rumah bagi 3,4% penduduk yang mendapatkan kepemilikan rumah", kata Deputi Bidang Pembiayaan Kemkop UKM Yuana Sutyowati dalam keterangan tertulis Rabu (12/9).

Yuana mencontohkan Koperasi BMI yang telah melampaui jumlah rumah ratusan untuk program rumah layak huni gratis yang disediakan bagi warga tidak mampu.

Kemenkop UKM tengah mencari cara peningkatan ketertarikan koperasi dalam pembiayaan perumahan dengan menemukan cara terbaik ke dalam kegiatan bisnis pembiayaan oleh koperasi yang ada. Sehingga digelar focus group discussion (FGD) untuk mencari solusi ini.

"Juga untuk mengenali kebijakan pemerintah, perbankan, dan lembaga keuangan lain untuk mendukung pengembangan pembiayaan oleh koperasi", tukas Yuana.

Sementara itu, salah satu peserta FGD dari Bank Tabungan Negara (BTN) Budi Permana menyebutkan bahwa pihaknya mendukung pola pembiayaan perumahan melalui koperasi dari dua sisi. Yaitu, dari sisi supply dan juga demand.

"Pengalaman di daerah, sudah banyak koperasi sebagai pengembang juga penjual rumah ya lancar-lancar saja", ungkap dia.

Hanya saja, Budi mengingatkan koperasi bahwa pembiayaan perumahan itu merupakan kredit konsumtif dengan marjin kecil dengan jangka waktu yang panjang.

Biasanya akan terkendala masalah missmatch dana. "Solusinya, di kalangan perbankan, melalui program sekuritisasi aset. Langkah ini bisa ditiru oleh kalangan koperasi", tandas Budi.

Selain itu, lanjut Budi, kalangan koperasi juga harus tahu betul aturan main perumahan bila mau bermain di sektor pembiayaan perumahan.

"Pembiayaan perumahan itu memakai dana masyarakat. Di koperasi, karena ini program jangka panjang, jangan sampai di tengah jalan banyak anggota yang menarik dananya dalam jumlah besar. Ini yang harus benar-benar diperhatikan", pungkas dia.
SHARE

Author: verified_user