Sabtu, 21 April 2018

Bursa Efek Indonesia Rekrut Capital Market Professional-Development Program (CMPDP) Nasional Serentak

SHARE


Suasana Test CMPDP di Bursa Efek Indonesia (BEI/IDX) Perwakilan Propinsi Bengkulu
BENGKULU - PT Bursa Efek Indonesia (BEI), PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI) dan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) selaku Self-Regulatory Organization (SRO) kembali menyelenggarakan Capital Market Professional Development Program (CMPDP) pada 2018. CMPDP memiliki tujuan jangka menengah dan panjang dengan cara mempersiapkan talenta pasar modal yang akan menjawab tantangan di masa depan dan membantu menggerakan industri pasar modal Indonesia. Pada 2016 lalu, jumlah kandidat CMPDP yang ditempatkan di SRO sebanyak 26 orang dan di 2017 sebanyak 31 orang. Proses seleksi CMPDP dilakukan secara terpusat oleh The Indonesia Capital Market Intitute (TICMI).

Pada 2018 ini, jumlah pelamar CMPDP 3.962 orang pelamar secara Nasional. Setelah melalui proses seleksi administrasi, sebanyak 3.575 kandidat akan mengikuti seleksi tertulis CMPDP yang akan dilaksanakan serentak di 29 kota besar di Indonesia yakni Jakarta, Serang, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Solo, Surabaya, Banda Aceh, Medan, Padang, Pangkalpinang, Batam, Riau, Bengkulu, Lampung, Palembang, Jambi, Pontianak, Palangkaraya, Banjarmasin, Denpasar, Balikpapan, Makassar, Ambon, Kendari, Manokwari, Jayapura, Mataram, dan Manado. Calon kandidat mengikuti test tertulis pada Sabtu, 21 April 2018. Bagi peserta yang lulus tes tertulis akan mengikuti serangkaian tes lainnya seperti Psikotest, Forum Group Discussion (FGD), dan Interview sampai dengan terpilihnya peserta terbaik yang akan mengikuti 6 bulan program pengembangan dan 6 bulan on the job training. Nantinya setiap lulusan CMPDP akan ditempatkan bekerja di SRO.

Di Bengkulu, sebanyak 43 orang mengikuti test yang diselenggarakan di kantor Bursa Efek Indonesia (BEI) Perwakilan Bengkulu. Kepala BEI Perwakilan Bengkulu, Bayu Saputra mengatakan, peserta CMPDP di Bengkulu tahun ini naik dua kali lipat lebih dibanding tahun 2017 yang hanya 14 orang saja. Prosesi test dibagi menjadi beberapa Shift.

Bayu menjelaskan, lulusan CMPDP ini nantinya akan ditempatkan di perusahaan-perusahaan yang bergerak di Industri Pasar Modal Indonesia, seperti BEI/IDX, KSEI, KPEI, dan anak perusahaan Bursa Efek Indonesia.

“Selain itu, bagi peserta yang lulus CMPDP nantinya juga bisa menjadi pialang saham atau ditugaskan di perusahaan-perusahaan sekuritas pasar modal,” jelas Bayu.

Bayu menambahkan, program CMPDP ini bisa diikuti oleh semua disiplin ilmu berjenjang Strata Satu (S1). Namun, agar bisa lulus, peserta wajib memiliki wawasan yang luas tentang indutri keuangan dan pasar modal. Karena nantinya, peserta yang lulus ini merupakan calon-calon pimpinan di Industri Pasar Modal Indonesia yang harus mampu memecahkan masalah yang rumit sekalipun di Industri Pasar Modal nantinya.

Salah seorang peserta test CMPDP Bengkulu, Tiara Kusmita lulusan sarjana Ekonomi Akutansi ini mengakui baru pertama kali mengikuti test CMPDP di BEI Propinsi Bengkulu. Walau demikian, Tiara berharap bisa lulus pada tahapan seleksi hari ini dan seleksi-seleksi lainnya. Tiara mengatakan, selain pengetahuan umum dan keuangan, ia juga mempersiapkan diri tentang materi pasar modal dan Bursa Efek Indonesia.

“Ikut test CMPDP baru kali ini, pernah magang juga di BEI Bengkulu. Sebelum test, saya juga mempelajari tentang Bursa Efek dan Industri Pasar Modal lainnya. Semoga saja bisa lulus ke tahapan seleksi selanjutnya,” harap Tiara.[sgk/rilis]
SHARE

Author: verified_user