Kamis, 29 Maret 2018

DPRD Kepahiang Gelar Paripurna Penyampaian Laporan Hasil Reses

SHARE


PADA Kamis (29/3/2018), Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kepahiang Provinsi Bengkulu dalam agenda penyampaian laporan Hasil Reses dalam sidang pertama 2018, sekira pukul 10.00 WIB di Gedung DPRD Kepahiang.


Edwar Samsi, Juru bicara dari Dapil satu melaporkan hasil resesnya menyampaikan, berdasarkan hasil reses setelah menginfentalisir tujuan masyarakat di daerah pemilihan satu yang meliputi Kecamatan Merigi, Kecamatan Ujan Mas dan Kecamatan Kabawetan dalam reses ini masih banyak desa-desa yang mengusulkan pembangunan infrastruktur dan peningkatan motor bagi perangkat desa, agama dan elemen-elemen penting dalam peningkatan di dekat desa maupun kelurahan.


“ Untuk pembangunan dipedesaan antara lain pembangunan jalan baru, peningkatan jalan, pembangunan drainase, plaplistring, serta 99 Lahan Desa Hak Guna Usaha (HGU) untuk dapat disertifikat sehingga menjadi hak milik penggarap,” sampai Edwar Samsi.


Juru Bicara DAPIL dua, Agus Sandrilla menyampaikan bahwa Reses dilaksanakan berdasarkan 2 kelompok, di Kecamatan Kepahiang ada beberapa aspirasi dalam bidang pemerintahan, pembangunan, pendidikan, dan kesehatan, pertanian dan perkebunan.

“Kami Berharap Hasil laporan Reses dan penyerapan aspirasi ini dapat memberi manfaat dalam merancang program pemerintah daerah dan pengalokasian dana APBD dan Perubahan APBD,sehingga dapat menyentuh pada kebutuhan masyarakat  serta dapat masukan semua anggota DPRD dalam fungsi penganggaran, fungsi legislusi, dan pengawasan,” harapnya.


Juru bicara DAPIL tiga, Andrian Defandra menyampaikan aspirasi masyarakat meliputi, perlunya fasilitas air bersih, pembangunan insfastruktur jalan, yang dititik beratkan pada Kecamatan Tebat Karai, Bermani ilir, Muara kemumu, dan Sebrang musi.

“Masyarakat mengharapkan program penyambungan kopi dari pemerintah daerah, meminta agar tidak adanya kebun induk atau percontohan, karena kopi sambung yang sudah-sudah, banyak yang mengecewakan karena bibitnya diambil bukan dari bibit unggul,” sampai Juru Bicara DAPIL tiga, Andrian Defandra.[ADV]
SHARE

Author: verified_user