Kamis, 01 Maret 2018

Di Bengkulu, Angka Pengangguran Rendah Tapi Kemiskinan Tinggi. Ini Penjelasan Pihak Kemnaker RI

SHARE

BENGKULU – Angka pengangguran di Propinsi Bengkulu bisa dikatakan rendah, yakni 3,74 persen dibandingkan dengan angka pengangguran secara nasional yang mencapai 5 persen lebih. Namun, termasuk Propinsi Bengkulu, Sumber Daya Manusia (SDM) masih rendah dalam hal kompetensi kerja di Indonesia yang juga menjadi penyebab minimnya serapan pekerja dari Propinsi Bengkulu di pasar kerja.

Kementerian Tenaga Kerja (Kemnaker) Republik Indonesia (RI) yang diwakili oleh Direktur Bina Pemagangan Kemnaker, Asep Gunawan mengatakan angka penganguran di Propinsi Bengkulu rendah tapi kemiskinan tinggi. Dijelaskan Asep, hal ini terjadi karena pekerja di Bengkulu banyak terjebak dalam satu situasi pekerjaan yang tidak menjanjikan masa depan.
“Kemnaker RI terus meningkatkan kompetensi kerja di Indonesia, dengan demikian diharapkan pekerja di Propinsi Bengkulu juga bisa turut bersaing di tengah pasar global dan tenaga kerja. Kemnaker RI juga mengeluarkan kebijakan terkait program pemagangan ini,” papar Asep Gunawan dalam acara Pembukaan Program Pelatihan Pemagangan Dalam Negeri Berbasis Pengguna di Aula Gedung Serba Guna (GSG) Pemerintah Propinsi Bengkulu, Rabu (1/3/2018).
Salah satu program yang dicanangkan pemerintah untuk meningkatkan kompetensi kerja adalah program Pelatihan Pemagangan Berbasis Penguna yang saat ini tengah dioptimalkan di Propinsi Bengkulu.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinakertrans) Propinsi Bengkulu, Sudoto mengatakan Bengkulu meraih peringkat ternaik kedua  secara Nasional sebagai daerah Pelatihan Pemagangan Berbasis Penguna. Sudoto juga berharap, kuota peningkatan kompetensi pekerja ini terus meningkat setiap tahunnya dan pekerja-pekerja di Bengkulu juga memiliki perhatian khusus dari Kemnaker RI.

“Saat ini Propinsi Bengkulu memiliki 49 paket pelatihan pemagangan. Diantarantaranya, 44 paket dari Anggaran Dekonsentrasi Kemnaker RI dan 5 Paket dari dana APBD. Setiap 1 paket terdiri dari 10 orang, artinya Bengkulu punya 490 peserta pelatihan magang yang tersebar di seluruh kabupaten dan kota,” demikian Sudoto.[sgk]
SHARE

Author: verified_user