Selasa, 23 Januari 2018

Gelar Sekolah Pasar Modal Syariah, GIS STAIN Curup Kenalkan Investasi Aman, Legal dan Syar’i

SHARE

BENGKULU – Bekerja sama dengan Indonesia Stock Exchange (IDX)/Bursa Efek Indonesia (BEI) Provinsi Bengkulu dan PT Phintraco Sekuritas, Galeri Investasi Syariah (GIS) Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Curup Kabupaten Rejang Lebong menggelar Sekolah Pasar Modal Syariah yang dilaksanakan di ruang Multimedia Gedung baru perpustakaan, Selasa (23/1/2018).

Hadir sebagai narasumber dari BEI, Bayu Saputra yang menjabat sebagai Kepala BEI Provinsi Bengkulu memaparkan, Provinsi Bengkulu merupakan daerah dengan pertumbuhan investor paling pesat dibandingkan provinsi lain di Indonesia, dari yang hanya ratusan investor saja di 2015, saat ini jumlah investor di Provinsi Bengkulu telah berkembang sekitar 2000 investor. Bayu menjelaskan, pertumbuhan investor ini juga merupakan keterlibatan pihak perguruan tinggi yang ada di Bengkulu.
“Saya yakin, GIS yang segera dilaunching di STAIN Curup ini akan mampu menjadi salah satu poros pertumbuhan ekonomi masyarakat Kabupaten Rejang Lebong,” kata Bayu.
Bayu juga sangat mengapresiasi STAIN Curup Kabupaten Rejang Lebong, karena setelah berdirinya Galeri Investasi di Universitas Bengkulu (Unib) yang berdomisili di Kota Bengkulu, GIS STAIN Curup merupakan Galeri Investasi pertama di daerah yang terbentuk dan akan segera dilaunching pada Rabu, 24 Januari 2017.
“Kami sangat berharap, GIS STAIN Curup ini nantinya dapat mensosialisasikan tentang Pasar Modal hingga ke desa-desa di Kabupaten Rejang Lebong. Sesuai dengan harapan Menteri Keuangan Republik Indonesia sebelumnya, bahwa orang desa juga harus paham pasar modal yang sah dan syariah tentunya,” harap Bayu.

Sedangkan pemateri dari pihak PT Phintraco Sekuritas, Surya menjelaskan, investasi saham bukan lagi isapan jempol belaka bagi masyarakat Kabupaten Rejang Lebong Provinsi Bengkulu. Tak perlu uang hingga ratusan juga atau puluhan juta untuk mulai berinvestasi saham, hanya dengan Rp 100 ribu saja, seorang mahasiswa, masyarakat desa, pejabat, guru, dosen dapat memiliki saham suatu perusahaan ternama seperti PT Garuda Indonesia, PT Aneka Tambang (Antam), PT Telkom, dan banyak lagi perusahaan ternama lainnya.

“Dengan adanya OJK Indonesia, KPEI, KSEI dan lembaga lain yang telah mengawasi dan menjamin para investor saham Indonesia, masyarakat tidak perlu takut dan merasa minder lagi untuk memulai investasi saham. Investasi saham itu mudah, dengan bantuan teknologi yang serba online saat ini, jual dan beli saham dapat dilakukan sembari anda bekerja serta dipandu juga dengan tenaga sekuritas yang ahli di bidangnya,” papar Surya, pemateri perwakilan PT Phintraco Sekuritas Sekolah Pasar Modal Syariah GIS STAIN Curup.[sgk]
SHARE

Author: verified_user