Rabu, 02 Agustus 2017

Segera Lakukan Aksi, Puluhan Wartawan Rejang Lebong Akan Laporkan Radar Kepahiang Dan Yandarwin

SHARE

SemarakNews.co.id, BENGKULU – Perkara pemberitaan yang dimuat oleh salah satu Media Cetak Harian Lokal, Radar Kepahiang Edisi Selasa, 1 Agustus 2017 terkait Suap “Pengamanan” Berita yang melibatkan salah seorang pejabat Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Curup Kabupaten Rejang Lebong, Yandarwin dan dua orang oknum wartawan Televisi lokal berinisial HB dan BN dinilai sangat mencoreng nama baik dan profesi wartawan di Kabupaten Rejang Lebong. Apalagi disebutkan bahwa dana sebesar Rp 23 juta yang diminta oleh oknum wartawan BN adalah untuk mengamankan 23 media yang ada di Kabupaten Rejang Lebong, yang akhirnya hanya disanggupi sebesar Rp 10 juta oleh pihak RSUD Curup melalui Yandarwin.

Dengan tercorengnya profesi wartawan dan merasa tidak terlibat dalam hal suap tersebut, puluhan wartawan di Kabupaten Rejang Lebong akan segera melakukan aksi dan melaporkan hal ini ke pihak yang berwajib. Penyebutan adanya keterlibatan sebanyak 23 media yang menerima aliran dana suap tersebut, membuat banyak wartawan di Kabupaten Rejang Lebong tersinggung dan marah. Sehingga kasus ini, setelah aksi akan dilaporkan ke pihak Kepolisian Resort (Polres) Kabupaten Rejang Lebong dengan tuduhan pencemaran nama baik profesi wartawan Kabupaten Rejang Lebong Provinsi Bengkulu.
Inilah Berita Yang Diterbitkan Oleh Radar Kepahiang Edisi Selasa, 1 Agustus 2017 Terkait Suap Pengamanan Berita di RSUD Curup
Dalam aksi yang akan dimotori oleh M. Haris yang juga pimpinan salah satu media cetak lokal di Kabupaten Rejang Lebong menyatakan kasus ini sangat membuat malu dan merendahkan profesi wartawan di Kabupaten Rejang Lebong. Dirinya beserta puluhan media cetak, elektronik dan media online akan menggelar aksi dalam waktu beberapa hari ini dengan tujuan membersihkan nama baik profesi wartawan dan mengungkap kebenaran pemberitaan yang dimuat oleh Radar Kepahiang.
“Segera kita lakukan aksi, kita kumpulkan seluruh wartawan yang tidak terlibat dan kita proses kasus ini hingga ke ranah hukum, karena ini sudah membuat nama baik profesi kita buruk di mata masyarakat dan pemerintah, khususnya pemerintah Kabupaten Rejang Lebong,” seru M. Haris.
Dari aksi ini, diharapkan Radar Kepahiang mampu bertanggung jawab dengan pemberitaan yang telah dimuat pada Edisi Selasa, 1 Agustus 2017 tersebut. Karena dari penelusuran beberapa awak media, kepada nara sumber utama berita tersebut, Yandarwin hingga saat ini terkesan menghindar dari awak media yang ingin melakukan klarifikasi kepadanya. Berbagai cara untuk menemui dan menghubunginya juga telah dilakukan namun belum membuahkan hasil. Bahkan, pada pemberitaan sebelumnya Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Rejang Lebong, Hasan Basri (HB) yang isunya disebut-sebut sebagai salah seorang wartawan penerima suap dengan tegas menyatakan bahwa berita yang dibuat oleh Radar Kepahiang tidak benar dan tidak kredibel.


Sehingga, kebenaran adanya suap “Pengamanan” berita tersebut hingga saat ini kebenarannya belum dapat dipastikan karena awak media tidak memiliki cukup bukti bahwa suap tersebut benar ada atau tidak.
“Jika berita itu adalah berita pelintiran semata, maka Pimpinan Redaksi dan Wartawan Radar Kepahiang yang menerbitkan berita tersebut harus bertanggung jawab atau tunjukkan bukti saat mewawancarai Yandarwin mengungkapkan suap tersebut. Jika memang suap tersebut terbukti secara otentik, maka kepada pihak yang berwenang, kami dari gabungan wartawan Rejang Lebong meminta kepada Polres Rejang Lebong untuk menyelesaikan hal ini secara prosedur hukum yang berlaku,” tegas M. Haris.[sgk/red/E01]
SHARE

Author: verified_user