Senin, 21 Agustus 2017

Ungkap Dugaan Suap Kepada Wartawan. Inspektorat Kabupaten Rejang Lebong Bentuk Tim Penyidikan Terkait Pelayanan RSUD Curup Dan Yandarwin

SHARE

SemarakNews.co.id, BENGKULU – Dugaan Suap “Pengamanan” Watawan terkait pemberitaan pelecehan seksual terhadap salah seorang ibu pasien oleh oknum perawat yang terjadi di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Curup Kabupaten Rejang Lebong Provinsi Bengkulu berlanjut ke pihak Inspektorat. Hal ini sesuai dengan pernyataan Bupati Kabupaten Rejang Lebong, Dr. H. Ahmad Hijazi saat turut menerima Peserta Demo Aksi Damai terkait dugaan Suap kepada wartawan dan pelayanan RSUD Curup.

“Saya segera perintahkan pihak Inspektorat untuk periksa managemen RSUD Curup dan Yandarwin,” kata Bupati Rejang Lebong, Ahmad Hijazi.
Diwawancarai Senin (21/8/2017) pagi, Kepala Inspektorat Kabupaten Rejang Lebong, Hambali mengatakan telah membentuk Tim penyidikan terkait kasus tersebut. Tim ini nantinya, selain mengungkap kasus Dugaan Suap kepada Wartawan juga sekaligus memeriksa manajemen RSUD Curup terkait pelayanan yang acap kali dikeluhkan oleh masyarakat.
“Tim ini sudah mulai bekerja, nantinya akan kita cari fakta-fakta dan bukti untuk menentukan sanksi tegas jika memang terjadi kesalahan manajemen terkait pelayanan oleh pihak RSUD Curup dan dugaan Suap kepada wartawan tersebut,” jelas Hambali.
Diungkapkan Hambali, secara informal, pihaknya telah beberapa kali memanggil Yandarwin, salah seorang pejabat di RSUD Curup yang memberi suap kepada dua orang oknum wartawan televisi lokal berinisial HB dan BN untuk meredam pemberitaan terkait kasus pelecehan seksual yang dilakukan oleh salah seorang perawat berinisial SU. Dalam pemanggilan tersebut, pihak Inspektorat Rejang Lebong belum cukup dasar untuk memberikan sanksi kepada pejabat yang bersangkutan, termasuk Yandarwin, sehingga perlu dibentuk tim untuk melakukan penyelidikan lebih lanjut.[sgk/red/E01]
SHARE

Author: verified_user