Friday, April 22, 2016

WoW....Pemecatan Honorer Besar-Besaran, Kabupaten Rejang Lebong Hemat Hingga Rp 1 Miliar

SHARE

BENGKULU, SemarakNews.co.id - Salah satu dampak pemecatan honorer secara besar-besaran yakni pada penghematan anggaran Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Rejang Lebong. Ditaksir oleh Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPKAD) Rejang Lebong, anggaran yang dihemat mencapai Rp 1 Miliar.

Yuli Erni, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala DPKAD Rejang Lebong, mengungkapkan bahwa penghematan anggaran mencapai Rp. 1 Miliar tersebut bukanlah penghematan anggaran setiap bulan akibat dari dirumahkannya sekitar 2.000 honorer di jajaran Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dan Sekretariat Daerah Rejang Lebong. Lebih lanjut Yuli menjelaskan, bahwa penghematan anggaran tersebut terhitung setelah bulan Maret 2016. Itu berarti, angka penghematan berkisar Rp. 1 Miliar tersebut terhitung mulai April hingga Desember 2016 nanti.

"Penghematan kisaran Rp. 1 miliar itu bukan penghematan setiap bulan, tapi untuk 9 bulan kedepan pada 2016 ini," jelas Yuli kepada SemarakNews.co.id.

Yuli juga menambahkan, dari data yang DPKAD Rejang Lebong miliki, masih ada sejumlah honorer yang tidak dirumahkan. Hal ini juga sesuai dengan intruksi Bupati Rejang Lebong, untuk tetap mempertahankan beberapa profesi tenaga honorer yang diangap penting dan harus tetap ada di suatu instansi tersebut. Seperti profesi Cleaning Service, Supir, dan petugas Jaga Malam, juga termasuk 64 honorer yang dipertahankan oleh pihak Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Curup. Sehingga, setelah dikurangi 3 bulan upah honorer yang dirumahkan dan yang masih bekerja hingga saat ini, total kisaran penghematan mencapai Rp. 1 miliar tersebut.

"Intruksi pak Bupati kita harus menghemat anggaran, bukan hanya disisi jumlah honorer yang harus ditekan untuk memberdayakan PNS yang ada, namun dari segala sisi pengeluaran yang bersumber dari APBD," katanya.

Disingung terkait wacana perekrutan kembali honorer yang telah dirumahkan, Yuli berpendapat bahwa tahun ini sepertinya belum akan ada perekrutan kembali honorer tersebut. Karena melihat anggaran yang ada, Yuli mengatakan anggaran untuk perekrutan honorer tahun ini ditiadakan, baik di SKPD maupun instansi terkait lainnya.

"Untuk perekrutan kembali tahun ini, belum ada intruksi apapun dari pak Bupati. Sehingga anggarannya juga tidak kita buat untuk wacana perekrutan tersebut," singkat Yuli.[**]
SHARE

Author: verified_user