Tuesday, April 19, 2016

3 Hari Pasca 250 Honorer Dirumahkan, RSUD Curup Akui Kewalahan Layani Pasien

SHARE

BENGKULU, SemarakNews.co.id - Pelayanan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Curup pasca 3 hari dirumahkan 250 honorer pada Senin (18/04/2016) lalu, mulai tampak kewalahan.

Pantauan SemarakNews.co.id, banyak pelayanan yang kurang maksimal di bagian administrasi registrasi pengobatan. Sekitar 30 orang calon pasien mengantri sekedar untuk registrasi untuk mendapatkan pelayanan pengobatan. Belum lagi di bagian poli pengobatan RSUD Curup, tampak ratusan pasien juga mengantri untuk mendapatkan pelayanan.

Salah satu pasien yang sedang mengantri, Syafrudin (46) warga Desa Teladan Kecamatan Curup Selatan mengaku sudah mengantri sekitar 30 menit hanya untuk registrasi. Syafrudin mengatakan ingin berobat ke poli penyakit dalam. Saat ditanyai terkait banyaknya honorer yang dirumahkan, Syafrudin yang rutin dirujuk ke RSUD Curup ini mengaku tidak tahu terkait hal itu.

"Mungkin di bagian administrasi ini kekurangan orang, biasanya ada 2 atau 3 orang yang mengurusi registrasi, tapi hari ini cuma ada satu orang saja, makanya lambat," jelasnya.

Selain dibagian registrasi, di bagian Instalasi Gawat Darurat (IGD) pun ternyata cukup kewalahan. Dari pantauan, hanya ada 3 orang yang bertugas secara bergantian di IGD tersebut. Seluruhnya berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS). Salah seorang petugas yang tak ingin menyebutkan namanya menjelaskan bahwa mereka sudah 3 hari bergantian shift dengan jam kerja mencapai 12 jam setiap harinya. Bahkan, ia mengakui sudah hampir demam akibat kelelahan, apalagi saat pasien sedang banyak.

"Ada 2 saja pasien yang masuk IGD, baik itu saat pagi, siang, apalagi malam hari, kami sudah sangat kewalahan. Harapannya, kami ingin didatangkanlah tenaga bantuan, mungkin dari Puskesmas atau Pustu yang kira-kira kelebihan orang, sehingga bisa membantu dan sedikit meringankan pekerjaan kami disini," jelasnya.

Direktur RSUD Curup, Tanzilul Azhar mengatakan, pihaknya telah berkoordinasi oleh pihak Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Rejang Lebong untuk memindahkan beberapa perawat, bidan dan staf yang sekiranya berlebih di Puskesmas ke RSUD Curup. Menurut Tanzilul, mungkin dalam 2 atau 3 hari mendatang bantuan tenaga yang ia ajukan tersebut baru diterima pihak RSUD Curup, sehingga pelayanan RSUD Curup bisa berjalan normal.


"Bantuan tenaga sudah kita ajukan kepada pihak BKD Rejang Lebong, semoga saja dalam waktu 2 atau 3 hari ini mereka sudah bisa membantu RSUD Curup. Apalagi kita meminta tenaga tersebutkan dari Puskesmas atau Pustu yang dibawahi oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Rejang Lebong, sehingga proses permintaan tenaga bantuan ini juga membutuhkan sedikit waktu," jelas Tanzilul.[**]
SHARE

Author: verified_user