Wednesday, March 9, 2016

GPPD: Pemkab Kurang Serius Tangani DBD

SHARE

BENGKULU, SemarakNews.co.id - Terus meluas dan semakin banyaknya warga Rejang Lebong (RL) yang terserang penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) hingga saat ini terus menyita perhatian banyak pihak, mulai dari masyarakat biasa, anggota Dewan yang terhormat hingga ke organisasi pemuda yang ada di Rejang Lebong.

Kritikan pedas terhadap kinerja pemerintah Daerah (Pemda) RL dalam menangani masalah DBD kali ini dilontarkan oleh Gerakan Pemuda Peduli Desa (GPPD) Pat Petulai. Menurut Ketua GPPD Pat Petulai Evan D, kinerja Pemda RL dalam menangani masalah DBD sangat lambat bahkan terkesan serimonial saja. Padahal saat ini masyarakat sangat berharap dengan kerja nyata pemda dalam memberantas masalah DBD tersebut.

"Kalau penilaian kami apa yang dilakukan pemerintah melalui gebrak DBD itu hanya serimonial saja, saya belum melihat gerakan nyata dilakukan secara bersama oleh semua lini pemerintah dalam memberantas masalah DBD di Rejang Lebong ini," ujar Evan.

Dicontohkan oleh Evan, dari dua Kecamatan yang dinyatakan oleh Pemda RL melalui Dinas Kesehatan sudah mendekati KLB, yakni Kecamatan Curup Tengah dan Curup Kota. Paska dilakukannya acara serimonial gebrak DBD di halaman Kantor Camat Curup Tengah beberapa waktu lalu, saat ini tidak ada lagi aksi lanjutannya. Bahkan jumlah penderita DBD terus saja bertambah. Keinginan masyarakat agar dilakukan pembagian bubuk abate dan fogging merata di seluruh wilayah dua Kecamatan tersebut tidak kunjung terlaksana.

"Kalaupun ada Fogging itu hanya sangat sedikit sekali, diwilayah lain belum sama sekali dilakukan, gebrak DBD tidak ada kelanjutannya, padahal masyarakat sangat berharap ada aksi nyata untuk pemberantasan DBD ini, jumlah pasien yang terkena DBD terus bertambah, data yang kami ketahui sekarang ini sudah ada 64 orang bahkan bisa lebih yang terkena DBD dan sempat dirawat di RSUD Curup," tutur Evan.

Selain itu, terkait masalah DBD ini, Evan juga mempertanyakan alasan Pemda Rejang Lebong tidak memberlakukan Kejadian Luar Biasa (KLB) DBD diwilayah Rejang Lebong minimal untuk wilayah yang sudah sangat banyak warga yang terkena DBD. Padahal secara Nasional Provinsi Bengkulu sudah dinyatakan oleh Menteri Kesehatan adalah provinsi yang KLB DBD saat ini.

"Kita tahu secara nasional menteri kesehatan sudah menyatakan ada 7 Propinsi KLB DBD, salah satunya itu Provinsi Bengkulu, dengan KLB tersebut Pemerintah pusat akan langsung membantu penanganan DBD di Provinsi yang KLB DBD, sementara Rejang Lebong sampai saat inipun tidak juga berani menyatakan KLB DBD tanpa ada alasan yang jelas, padahal di tahun 2016 saja sudah cukup banyak warga yang terserang DBD," Sesal Evan.

Sementara itu berdasar data yang ada di RSUD Curup hingga 9 Februari 2016, terjadi peningkatan drastis terhadap jumlah pasien DBD, saat ini diketahui sudah ada 64 orang yang dinyatakan Positif terkena DBD, bahkan jumlah tersebut cenderung akan terus mengalami peningkatan.

"Jumlahnya ada 73 pasien, 64 orang sudah dinyatakan positif mengidap DBD oleh dokter yang menanganinya, sementara yang masih suspect atau tersangka itu ada sebanyak 9 orang untuk saat ini," ujar Direktur RSUD Curup Tanzilul Azhar.

Jika merujuk pada Januari-Februari 2016, jumlah penderita DBD yang dirawat di RSUD Curup terus saja meningkat jumlahnya, dari jumlah 64 orang tersebut, pasien positif DBD dibulan Januari sebanyak 31 orang, sementara dibulan Februari ada sebanyak 33 orang. Kondisi ini sudah seharusnya mendapat perhatian penuh dari Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong.[**]
SHARE

Author: verified_user