Rabu, 16 Maret 2016

Desa Tanjung Alam Terancam Terisolir. Ini Sebabnya…….

SHARE

BENGKULU, SemarakNews.co.id - Warga Desa Tanjung Alam Kecamatan Ujan Mas merasa resah dengan aktivitas proyek pembangunan jalan yang sedang dikerjakan. Pasalnya, proyek pembangunan jalan tersebut dapat berdampak pada rusaknya jembatan yang dilalui oleh mobil yang membawa material proyek. Sebab, dua jembatan utama penghubung Desa Tanjung Alam merupakan akses satu-satunya yang dimiliki Desa. Sebelumnya jembatan penghubung tersebut pernah rusak berat, lalu dengan swadaya masyarakat Desa, jembatan tersebut diperbaiki alakadarnya hingga dapat dilalui kembali beberapa tahun silam. Namun, saat ini masyarakat Desa Tanjung Alam kembali khawatir 2 jembatan tersebut menjadi semakin parah kerusakannya sejak dilalui oleh kendaraan angkutan material pembangunan jalan yang berton-ton beratnya.

Kepala Desa Tanjung Alam, Ferry Marzoni meminta Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Kepahiang dan pihak terkait untuk turun langsung ke lapangan meninjau aktivitas proyek ini, sekaligus memberikan keterangan pada masyarakat setempat agar tidak terjadi simpang-siur informasi soal proyek. Sebab, berdasarkan pengalaman sebelumnya ketika masyarakat Desa Tanjung Alam mencoba meminta penjelasan terkait proyek pembangunan jalan. Karena proyek tersebut berdampak merusak jembatan penghubung Desaa. Ferry juga pernah menyampaikan kepada pihak kontraktor terkait dampak pekerjaan yang mereka sedang laksanakan, namun pihak kontraktor menjelaskan bahwa pihak Desa tidak perlu ikut campur terkait hal tersebut, sebab jembatan rusak tersebut dan jalan yang sedang dibangun merupakan tanggungjawab Dinas PU Kabupaten Kepahiang.

“Kami (Pihak Kontraktor) hanya melaksanakan tugas, soal dampak pekerjaan, itu tanggung jawabnya Dinas PU,” jelas Ferry menirukan kata-kata sang Kontraktor.

Ferry menyesalkan respon dari pihak kontraktor tersebut, padahal ia dan masyarakat Desa Tanjung Alam hanya ingin mencari solusi terbaik agar pembangunan yang dilakukan benar-benar tepat manfaat dan jelas prioritasnya serta tidak berdampak merusak jembatan yang telah rapuh. Pihak Desa berharap, proyek pembangunan jalan tersebut jangan sampai malah menimbulkan kerusakan dalam pelaksanannya, serta minim manfaat pada akhirnya.
Menurut Ferry, jika pihak terkait tidak bersedia untuk meninjau langsung ke lapangan proyek tersebut, maka cukup layak rasanya jika proyek tersebut dinilai sebagai proyek abal-abal. Hal ini disampaikan Ferry bukan tanpa alas an, pasalnya pengerjaan proyek yang sedang berlangsung tersebut tidak pernah dilaporkan oleh pihak kontraktor ke perangkat Desa setempat bahwa akan ada pekerjaan proyek di kawasan Desa Tanjung Alam. Menurut Ferry, dari informasi yang ia dapatkan, bahwa proyek tersebut merupakan proyek pembangunan jalan yang diperuntukkan Desa Air Hitam, yang besebelahan dengan Desa Tanjung Alam. Tapi, pengerjaan proyek dilaksanakan di kawasan Desa Tanjung Alam.

“Kami merasa keberatan dengan aktivitas proyek pembangunan jalan tersebut, sebab mobil yang membawa material proyek dapat merusak jembatan Desa Tanjung Alam, sebab 2 jembatan yang mobil tersebut lalui setiap harinya tidak memperhatikan dampak tersebut, sehingga saya menegur pihak kontraktor. Tapi, jawaban pihak kontraktor sangat mengecewakan,” jelas Ferry.


Ferry berharap, Dinas PU Kabupaten Kepahiang atau yg berwenang terkait proyek ini, dapat meninjau pekerjaan yg berada di Desa Tanjung Alam. Sebab, pihak  Desa Tanjung Alam sangat keberatan dengan adanya proyek tersebut, serta mempertanyakan kejelasan tentang status proyek tersebut, sehingga jika terjadi dampak yang tidak diinginkan, jelas siapa pihak yang bertanggung jawab,  karena pengangkutan material proyek ini dapat menyebabkan 2  jembatan di Desa Tanjung Alam rusak berat kembali.[**]
SHARE

Author: verified_user