Tuesday, February 9, 2016

Warga Resah Tambang Ilegal. Polisi Dan Distamben Siap Tertibkan

SHARE

BENGKULU, SemarakNews.co.id - Mulai maraknya keberadaan tambang material pasir dan batu kali yang berada dan beroperasi tanpa ijin di kabupaten Rejang Lebong (RL) belakangan meresahkan warga.

Pasalnya, selain beroperasi tanpa ijin, pelaku tambang juga nekat mengeploitasi material menggunakan alat berat berupa Eksafator. Bahkan, tak jarang pengusaha membuka tambang di dalam kawasan yang dilarang dijadikan sebagai lokasi pertambangan sesuai dengan peraturan Daerah (Perda) nomor 8 tahun 2012 tentang rencana tata ruang wilayah kabupaten RL tahun 2012-2032. Seperti halnya dilakukan oleh Tambang Anugrah di kawasan Kelurahan Talang Benih kecamatan Curup. Diduga kuat, tambang batu kali ini beroperasi tanpa dibekali ijin Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup (UKL) dan Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup (UPL) sesuai dengan Peraturan pemerintah nomor 27 tahun 2012 tentang ijin lingkungan.

“Sudah sepekan terakhir ini pak, mereka menggunakan alat berat berupa eksafator mengeruk batu kali di aliran sungai yang berada kawasan jalan Suherman kelurahan Talang Benih Kecamatan Curup. Padahal, kegiatan tambang dilarang dilakukan di kelurahan talang benih sesuai perda, apalagi menggunakan alat berat untuk melakukan eksploitasi material batu kali,” ujar Bambang (43), warga Kelurahan Talang Benih kecamatan Curup.

Saat dikonfirmasi, pemilik tambang Anugrah, Marwan APJ saat ditemui di lokasi mengakui belum mengantongi ijin resmi UKL dan UPL. Namun, pihaknya mengklaim bahwa mengoperasikan tambang batu kali berdasarkan surat rekomendasi dari dinas pertambangan dan energi provinsi Bengkulu.

“Selama menunggu surat ijin resmi, kami mengandalkan surat rekomendasi tersebut. Sebab, jangka waktu pembuatan ijin resmi yang dilakukan oleh pihak provinsi terbilang lama. Berkasnya sudah dibuat oleh provinsi, sekarang sedang diajukan ke Kementrian ESDM di Jakarta. Makanya lama,” kata Marwan.

Ditambahkan Marwan, lokasi tambang seluas 10 hektar miliknya tersebut berada di perbatasan antara kelurahan Talang Benih Kecamatan Curup dan Desa Batu Panco Kecamatan Curup Utara.

“Jadi kami rasa tidak melanggar Perda nomor 8 tahun 2012 yang mengatur soal tata ruang Kabupaten RL,” ujar Marwan.

Dihubungi melalui telepon seluler, Kepala Dinas Pertambangan dan Energi (Distamben) RL, Elwan Efendi menegaskan jika hingga saat ini terdata sebanyak 32 pelaku usaha penambangan baik jenis pasir dan batu kali yang diketahui beroperasi tanpa ijin resmi.

“Kita sudah mengirim surat resmi kepada mereka untuk menghentikan aktifitas penambangan hingga memiliki ijin resmi. Termasuk Tambang Anugrah milik Marwan APJ tersebut,” ujar Elwan.

Elwan menegaskan, dalam waktu dekat pihaknya akan melakukan koordinasi dengan Polres RL guna melakukan operasi Penertiban tambang. Lokasi tambang yang tertangkap tangan beroperasi akan langsung di segel.

“Kita secara diam-diam sudah berulang kali ke lokasi dan melakukan pemantauan. Ternyata mereka masih membandel. Makanya akan kita tertibkan,” ujar Elwan.

Sementara itu, Kapolres RL, AKBP Dirmanto melalui Kabag Ops, Kompol Rudi mengatakan, pihaknya siap membantu melakukan penertiban tambang tersebut.

"Kita masih menunggu surat resmi dari Pihak Distamben untuk pelaksanaan operasi. Tetapi, sembari menunggu, kita juga akan melakukan penyelidikan khusus terhadap usaha-usaha tambang tersebut. Jika melanggar, ya kita tindak,” ujar Rudi.


Untuk diketahui, dalam Perda nomor 8 tahun 2012 tentang rencana tata ruang wilayah kabupaten RL tahun 2012-2032, lokasi pertambangan diantaranya adalah Kecamatan Curup Selatan, Curup Timur, Curup Utara, Curup Tengah, Selupu Rejang, Binduriang, Padang Ulak Tanding dan kota Padang.[**]
SHARE

Author: verified_user