Sabtu, 20 Februari 2016

Terima Mobnas Rusak, Bupati Minta Polisi Usut Tuntas

SHARE

BENGKULU, SemarakNews.co.id - Setelah resmi menjabat sebagai Bupati Rejang Lebong (RL) tentunya seorang Bupati berhak pula mendapatkan fasilitas yang menjadi hak seorang Bupati, mulai dari rumah dinas hingga kendaraan Dinas termasuk Bupati RL Ahmad Hijazi.

Terkait hal itu, Ahmad Hijazi menjelaskan jika dirinya sudah menerima 4 unit kendaraan dinas roda 4, antaranya jenis Toyota Land Cruiser, Fortuner, Inova dan Hilux. Hanya saja diantara Mobnas itu ada mobil yang mengalami kerusakan hingga tidak dapat dipergunakan. Mobil tersebut jenis Fortuner warna hitam.

"Ada 1 tidak dapat dipakai yakni jenis Fortuner, didalam mesinnya ada amril sejenis serbuk yang dimasukkan kedalam bak oli hingga dapat merusak mesin mobil," terang Hijazi.

Terkait temuan Amril itu sendiri, Hijazi mengaku bingung bisa terjadi demikian, apalagi mobil tersebut selama ini menurut keterangan kepala bagian (Kabag) Umum kepada dirinya ada didalam garasi rumah dinas wakil Bupati dan dalam posisi mobil terkunci serta garasi terkunci. Hijazi menilai ada kejanggalan atas kerusakan mobil tersebut.

"Kita tidak menuduh siapa-siapa, mobil tersebut tidak bisa jalan sama sekali. Tentu ada kesengajaan, tidak mungkin Amril masuk sendiri kedalam mesin, menurut keterangan kabag umum kepada saya, setelah ditarik mobil tersebut selama ini ada digarasi rumah wabup dengan posisi garasi terkunci. saya tidak tahu bagaimana caranya dan siapa yang memasukkan amril itu, itu wewenangnya polisi untuk mencari tahu," kata Hijazi.

Lebih jauh dijelaskan Hijazi, dirinya saat diserahi mobil hanya terima satu kunci, terkait hanya satu kunci yang biasanya mobil memiliki dua kunci, dirinya selaku Bupati sudah menanyakan langsung kebagian aset.

"Menurut bagian aset kepada saya, mereka hanya terima satu kunci, jadi kunci satu lagi kemana, dan siapa yang pegang, saya sudah minta bagian umum untuk laporkan masalah ini ke Polisi karena ini sudah masuk pengrusakan aset negara," tegas Hijazi.

Selain itu Hijazi menyampaikan pula bahwa dirinya sudah menyerahkan masalah pengrusakan aset tersebut ke aparat hukum untuk mengusutnya agar tidak ada lagi kejadian serupa nantinya. Apalagi untuk memperbaiki mesin dengan cara mengganti dengan mesin Fortuner yang baru membutuhkan dana yang tidak sedikit yakni sebesar Rp 65 juta.


"Dana tersebut tentunya akan bersumber dari APBD Kabupaten Rejang Lebong, bagaimana pertanggungjawabannya kalau tidak ada dasar hukumnya. Saya mohon dengan sangat kepada pak Kapolres untuk segera mengusutnya karena ini pengrusakan aset negara, kalau kita ingin mengganti mesinnya, perlu dana, maka akan menggunakan uang APBD, kalau tidak ada pemeriksaan polisi, apa yang menjadi dasarnya mengganti mesin itu. Makanya harus ada pemeriksaan polisi dulu, setiap perbuatan ada resikonya, ada resiko baik dan buruk, resiko hukum dan resiko dari Tuhan nantinya, selain itu ada satu lagi mobil jenis Hilux dirumah dinas yang mengalami kejadian yang sama rusak total, padahal umurnya masih baru sekitar 3 tahun termasuk fortuner." jelas Hijazi.[**]
SHARE

Author: verified_user