Friday, January 29, 2016

Puluhan PKL “Ditilang” Satpol PP

SHARE

BENGKULU, SemarakNews.co.id - Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP) Rejang Lebong (RL), Polres, PM RL dan Petugas Dinas Perhubungan, komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) RL kembali melakukan penertiban pedagang kaki lima (PKL). Hasilnya sebanyak 20 bangunan lapak Pedagang Kaki Lima (PKL) yang berjualan di sepanjang Jalan Basuki Rahmat Kelurahan Dwi Tunggal dan Jalan Sukowati Curup kecamatan Curup di gusur dan diangkut ke Kantor Sat Pol PP RL, Jumat (29/01/2016), sekitar pukul 10.00 WIB.

“Lapak yang kita gusur paksa akan kita kembalikan lagi ke para pedagang. Para pedagang yang terjaring juga harus mengisi formulir perjanjian untuk tidak mengulangi perbuatannya lagi,” tegas Kepala Kantor (Kakan) Sat Pol PP RL, Edi Robinson usai penertiban.

Dijelaskan Edi, penertiban dilakukan di sepanjang jalan protokol tersebut dilakukan lantaran banyaknya keluhan warga yang merasa terganggu atas aktifitas PKL yang berjualan di atas trotoar, di depan sejumlah gedung Sekolah dan perkantoran yang ada di kedua jalan perkantoran itu.

“Selain itu, juga didasari dengan peraturan Daerah (Perda) RL nomor 5 tahun 1987 Jo perda no 3 tahun 1991 bab X pasal 15 tentang kebersihan dan keindahan kota dalam kabupaten daerah tingkat II  yang isinya setiap orang dilarang berdagang atau menyediakan tempat berdagang pada jalan umum, khususnya jalan wilayah perkantoran,” jelas Edi.

Edi berharap agar pihak perkantoran maupun sekolah yang ada di sepanjang jalan protokol dapat ikut serta bertindak tegas.

“Khusus untuk pihak sekolah seperti SMPN I, SMAN I dan SMPN 2 Curup dapat melarang siswa dan siswinya untuk jajan di luar lingkungan sekolah. Sehingga, para PKL yang berjulan di depan banguan sekolah tidak nekat kembali lagi ke lokasi tersebut berjualan. Begitu juga, dengan pihak perkantoran dan dinas yang ada agar tidak membiasakan PNS untuk belanja atau jajan di luar perkarangan kantor. Sebaiknya, siapkan tempat khusus untuk kantin di dalam sekolah maupun kantor,” ujar Edi.

Ditambahkan Edi, dalam aksi penertiban PKL tersebut, pihaknya juga menemukan ada kejanggalan mengenai adanya jaringan listrik yang di pasang permanen di bangunan lapak PKL yang ada di kawasan lapangan Dwi Tunggal Curup.


“Kami akan berkoordinasi dengan pihak PLN. Jika benar PLN yang membuat atau memasang jaringan listrik permanen itu, maka sama saja PLN tidak mendukung upaya penataan kota. Sebab, kami menemukan ada meteran Listrik yang dipasang permanen di dinding salah satu bangunan tembok pagar bangunan TK Dwi Tunggal untuk mengaliri listrik di lapak para PKL,” kata Edi.[**]
SHARE

Author: verified_user